Latar belakang
Pada 1997–1998, krisis finansial Asia berdampak berat terhadap perekonomian Indonesia. Kenaikan harga, kehilangan pekerjaan, dan krisis kepercayaan memperkuat kritik terhadap pemerintahan Orde Baru yang telah berkuasa selama puluhan tahun.
Gerakan mahasiswa
Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi dan mendesakkan reformasi politik. Tuntutan meliputi pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, pembatasan kekuasaan, serta perubahan sistem politik. Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 dan kerusuhan Mei menjadi bagian penting dari konteks sejarah yang harus dibaca dengan hati-hati.
Perubahan politik
Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Periode setelahnya membuka jalan bagi perubahan kelembagaan, pemilu yang lebih kompetitif, kebebasan pers yang lebih luas, dan amandemen konstitusi. Namun, Reformasi tidak menyelesaikan seluruh persoalan demokrasi, ketimpangan, dan akuntabilitas.
Membaca warisannya
Reformasi perlu dipahami sebagai proses panjang, bukan satu tanggal atau satu kelompok saja. Arsip kesaksian, dokumen, foto, laporan investigasi, dan kajian sejarah membantu memahami capaian sekaligus persoalan yang belum tuntas.